Pengalaman sebagai Jobseeker (4)

PT Jasamarga

Selain melalui berbagai tes-tes offline, saya juga pernah melakukan beberapa tes kerja yang tahap awalnya dilakukan tes secara online. Tes online saya yang pertama adalah tes di PT. Jasamarga (BUMN yang mayoritas membangun jalan tol). Tes online ini terdiri dari psikotes dan tes bahasa inggris. Salah satu soal psikotesnya yang saya ingat adalah menulis angka yang sama dari sederetan angka yang diberikan. Dalam pengerjaan melalui laptop, hal ini cukup sulit untuk dilakukan karena kita harus benar-benar fokus memandang layar laptop dengan cepat. Contohnya adalah :

1 2 4 5 6 7 8 1 9 0 3  = 1
2 5 7 0 9 6 8 1 3 4 5 = 5

Tes bahasa inggris yang diujikan tidak jauh beda dengan tes TOEFL pada umumnya, salah satunya adalah structure dan reading. Ada hitungan mundur dalam tes online, dan secepat apapun saya mengerjakan sepertinya tetap saja tidak semua soal dapat saya selesaikan. Sudahlah saya pasrah saja, hingga beberapa minggu kemudian tepatnya ketika saya tes PT. Paragon di ITS, saya diemail oleh PT. Jasamarga yang mengatakan bahwa saya lolos tes online dan saya disuruh tes selanjutnya di Universitas Indonesia di Jakarta. Nahloh?

Secepatnya saya segera menelepon ibu saya untuk menanyakan apakah saya perlu berangkat ke Jakarta atau tidak. Akhirnya ibu saya mendukung secara penuh agar saya pergi saja ke Jakarta. Saya pernah bilang kalau saya ini sungkan sekali menghabiskan uang ibu untuk transport namun tak kunjung diterima, tapi beliau bilang, “Yah, namanya juga usaha. Kalo nggak dicoba siapa yang tahu hasilnya.”

Inilah alasan saya pergi ke Jakarta, sembari tes jasamarga, saya minum air sambil tes Garena sambil kepo kantornya. Tes yang diadakan di Universitas Indonesia tepatnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik ini adalah psikotes dan tes bahasa inggris, soal tesnya tidak terlalu banyak sehingga saya merasa agak rugi jauh-jauh ke Jakarta tapi tesnya nggak banyak. Soal psikotes yang diujikan hanya satu macam yakni mengenai bangun tiga dimensi.

Di samping itu, ternyata selain saya banyak pula peserta lain yang berasal dari luar Jakarta. Bahkan saya sempet ketemu dengan teman sekosan saya semasa SMA. Sempat saya berkenalan dengan peserta yang berasal dari Solo. Sayangnya beberapa minggu kemudian, pengumuman menyatakan bahwa saya tidak lolos tes Jasamarga.

Astra Credit Companies

               Tes Online saya yang lain adalah tes yang saya lakukan di Astra Credit Companies (ACC). Sebenarnya saya tidak pernah mendaftar, tapi ternyata perusahaan ini meminta database ke kampus saya untuk meminta data-data peserta yang telah lulus. Tes ini hanya diikuti oleh mahasiswa dari dua universitas, yakni Universitas Airlangga dan Universitas Kristen Petra. Tes tahap awalnya kita disuruh datang ke kantor ACC di daerah Jalan Jendral Sudirman Surabaya, kemudian kita masing-masing diberi pinjaman satu iPad sebagai alat untuk mengerjakan tesnya. Soal tes yang diujikan adalah psikotest, sementara posisi yang ditawarkan adalah program Management Trainee. Program ini akan menempatkan karyawannya di posisi yang berubah-ubah di semua fungsi yang ada di ACC.

                Tes dimulai jam 08.00 dan sekitar jam 12 tes online selesai, hasil tes akan diumumkan pukul 14.00 dan saya termasuk salah satu peserta yang lolos tes. Tahapan selanjutnya adalah proses interview yang akan diadakan sore itu juga. Sayang sekali, tahapan interview cukup mengecewakan sebab urutan interview tidak ditentukan sebelumnya sementara tiap orang yang diinterview memakan waktu sekitar 40-50 menit. Setelah mendongkol dalam hati dengan berbagai macam umpatan, akhirnya nama saya baru dipanggil pada pukul 20.30, ketika hampir semua lampu di kantor telah dimatikan dan saya adalah orang ketiga dari terakhir. Sudah terbayang bagaimana suasana hati saya yang mendongkol akibat menunggu hingga 6,5 jam untuk proses interview.

                Psikolog mulai mengejar saya dengan pertanyaan yang dititikberatkan pada “kenapa memilih jurusan akuntansi?” Untuk menghadapi psikolog, selalulah menjaga kalimat pertama yang kalian ucapkan saat menjawab pertanyaan ini. Sebab jawaban tersebut akan terus dan terus dikejar oleh psikolog hingga kalian terpojok untuk menjawabnya.

                Hmmmmh dan penungguan saya yang 6,5 jam itu akhirnya tidak meloloskan saya. Yah, sebagai pengalaman saja lah. Tetap semangat :D
               


CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar

Back
to top