PT Jasamarga
Selain melalui
berbagai tes-tes offline, saya juga pernah melakukan beberapa tes kerja yang
tahap awalnya dilakukan tes secara online. Tes online saya yang pertama adalah
tes di PT. Jasamarga (BUMN yang mayoritas membangun jalan tol). Tes online ini
terdiri dari psikotes dan tes bahasa inggris. Salah satu soal psikotesnya yang
saya ingat adalah menulis angka yang sama dari sederetan angka yang diberikan. Dalam
pengerjaan melalui laptop, hal ini cukup sulit untuk dilakukan karena kita
harus benar-benar fokus memandang layar laptop dengan cepat. Contohnya adalah :
1 2 4 5 6 7 8 1 9
0 3 = 1
2 5 7 0 9 6 8 1 3
4 5 = 5
Tes bahasa
inggris yang diujikan tidak jauh beda dengan tes TOEFL pada umumnya, salah
satunya adalah structure dan reading. Ada hitungan mundur dalam tes
online, dan secepat apapun saya mengerjakan sepertinya tetap saja tidak semua
soal dapat saya selesaikan. Sudahlah saya pasrah saja, hingga beberapa minggu
kemudian tepatnya ketika saya tes PT. Paragon di ITS, saya diemail oleh PT.
Jasamarga yang mengatakan bahwa saya lolos tes online dan saya disuruh tes
selanjutnya di Universitas Indonesia di Jakarta. Nahloh?
Secepatnya saya
segera menelepon ibu saya untuk menanyakan apakah saya perlu berangkat ke
Jakarta atau tidak. Akhirnya ibu saya mendukung secara penuh agar saya pergi
saja ke Jakarta. Saya pernah bilang kalau saya ini sungkan sekali menghabiskan
uang ibu untuk transport namun tak kunjung diterima, tapi beliau bilang, “Yah,
namanya juga usaha. Kalo nggak dicoba siapa yang tahu hasilnya.”
Inilah alasan
saya pergi ke Jakarta, sembari tes jasamarga, saya minum air sambil tes Garena
sambil kepo kantornya. Tes yang diadakan di Universitas Indonesia tepatnya di
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik ini adalah psikotes dan tes bahasa inggris,
soal tesnya tidak terlalu banyak sehingga saya merasa agak rugi jauh-jauh ke
Jakarta tapi tesnya nggak banyak. Soal psikotes yang diujikan hanya satu macam
yakni mengenai bangun tiga dimensi.
Di samping itu,
ternyata selain saya banyak pula peserta lain yang berasal dari luar Jakarta.
Bahkan saya sempet ketemu dengan teman sekosan saya semasa SMA. Sempat saya
berkenalan dengan peserta yang berasal dari Solo. Sayangnya beberapa minggu
kemudian, pengumuman menyatakan bahwa saya tidak lolos tes Jasamarga.
Astra Credit
Companies
Tes Online saya yang lain adalah
tes yang saya lakukan di Astra Credit Companies (ACC). Sebenarnya saya tidak
pernah mendaftar, tapi ternyata perusahaan ini meminta database ke kampus saya
untuk meminta data-data peserta yang telah lulus. Tes ini hanya diikuti oleh
mahasiswa dari dua universitas, yakni Universitas Airlangga dan Universitas
Kristen Petra. Tes tahap awalnya kita disuruh datang ke kantor ACC di daerah
Jalan Jendral Sudirman Surabaya, kemudian kita masing-masing diberi pinjaman
satu iPad sebagai alat untuk mengerjakan tesnya. Soal tes yang diujikan adalah
psikotest, sementara posisi yang ditawarkan adalah program Management Trainee. Program ini akan menempatkan karyawannya di
posisi yang berubah-ubah di semua fungsi yang ada di ACC.
Tes dimulai jam 08.00 dan sekitar jam 12 tes online
selesai, hasil tes akan diumumkan pukul 14.00 dan saya termasuk salah satu
peserta yang lolos tes. Tahapan selanjutnya adalah proses interview yang akan
diadakan sore itu juga. Sayang sekali, tahapan interview cukup mengecewakan
sebab urutan interview tidak ditentukan sebelumnya sementara tiap orang yang
diinterview memakan waktu sekitar 40-50 menit. Setelah mendongkol dalam hati
dengan berbagai macam umpatan, akhirnya nama saya baru dipanggil pada pukul
20.30, ketika hampir semua lampu di kantor telah dimatikan dan saya adalah
orang ketiga dari terakhir. Sudah terbayang bagaimana suasana hati saya yang
mendongkol akibat menunggu hingga 6,5 jam untuk proses interview.
Psikolog mulai mengejar saya
dengan pertanyaan yang dititikberatkan pada “kenapa memilih jurusan akuntansi?”
Untuk menghadapi psikolog, selalulah menjaga kalimat pertama yang kalian
ucapkan saat menjawab pertanyaan ini. Sebab jawaban tersebut akan terus dan
terus dikejar oleh psikolog hingga kalian terpojok untuk menjawabnya.
Hmmmmh dan penungguan saya yang
6,5 jam itu akhirnya tidak meloloskan saya. Yah, sebagai pengalaman saja lah.
Tetap semangat :D
0 komentar:
Posting Komentar