Pengalaman sebagai Jobseeker (2)

Jobfair selanjutnya yang saya ikuti adalah jobfair di ITS, disana cukup sesak dan bahkan antrian yang mendaftar PT. KAI bisa mencapai beberapa kilometer. Antrian itu mengurungkan niat saya untuk mendaftar di PT. KAI.

Saya sebenarnya juga heran kenapa orang-orang antusias sekali untuk mendaftar di PT. KAI. Sebagai pelanggan setia kereta api (maklum, selama kuliah setidaknya minimal 2 kali saya naik kereta api dalam satu minggu), saya merasa tidak terlalu tertarik untuk mendaftar di PT. KAI. Yhaa. Begitulah.

Akhirnya saya mendaftar di enam perusahaan, yaitu PT. Gudang Garam, PT. Paragon, Bank CIMB Niaga, PT. Frisian Flag, Bank Mandiri Syariah dan PT. Wings Surya namun hanya diundang tes oleh satu perusahaan yakni PT. Paragon (produsen kosmetik wardah dan make over) di posisi MT (Management Trainee).

PT. Paragon

Tes untuk PT. Paragon sendiri diadakan di SAC ITS, disitu kembali saya melakoni psikotes, kemudian saya lolos dan menuju tahap selanjutnya yaitu tes pauli. Dalam tes pauli saya diberikan sebuah kertas A3 yang berisi banyak angka berderet secara vertikal dan saya disuruh untuk melakukan penjumlahan secepat-cepatnya. Ini adalah tes pauli pertama saya dan saya tidak lolos. Setelah saya evaluasi, mungkin hal tersebut disebabkan karena saya terlalu berhati-hati dan lama dalam menuliskan angkanya. Lain kali tulis saja tipis-tipis asal benar dan cepat.

Bulan Maret, kampus saya sendiri mengadakan jobfair dan saya mendaftar pada 3 perusahaan, yakni PT. Garena, Bank BTN, dan Bank BCA (Ini sudah kali ketiga saya mendaftar di Bank BCA). Beberapa hari kemudian, saya diundang untuk mengikuti tes di sebuah perusahaan startup yaitu PT. Garena di posisi GDP (Garena Development Program).

PT. Garena

PT Garena adalah sebuah perusahaan yang mengembangkan game dan aplikasi shopee. Sebagai seorang yang sejak kecil telah akrab di dunia game, saya merasa tertarik dan tertantang untuk menjadi salah satu bagian dari perusahaan ini.

Tes yang diadakan oleh Garena berbeda dengan psikotes biasa. Garena memberikan soal-soal berbasis logic mathemathic and physics yang luar biasa sulitnya. Setelah itu, kami juga diberikan soal-soal kepribadian yang menurut saya cukup nyentrik dan menggunakan bahasa inggris, kita pun diperintahkan untuk menjawab dalam bahasa inggris pula. Pertanyaannya yang saya ingat adalah :

  • Jika kalian diundang dalam pesta ulangtahun Lady Gaga, maka kado apa yang akan kalian berikan? 
  • Jika kalian melihat orang-orang tersenyum bahagia di jalanan, kira-kira apa yang menyebabkan orang-orang menjadi seperti itu?
  •  Apa 3 fungsi sedotan yang tidak umum?
  • Jika kalian adalah alien yang akan dikirimkan ke bumi, maka di bagian bumi manakah kalian ingin diletakkan? Mengapa?

Setelah melewati rangkaian tes yang sulit dan menghibur, beberapa jam kemudian langsung ditempel hasil kelulusan peserta ke tahap selanjutnya. Tahap selanjutnya adalah tahap wawancara yang dilakukan sore itu juga. Ini adalah pengalaman pertama saya masuk ke tahap wawancara, kebetulan yang mewawancara saya adalah mbak-mbak HRD yang baik sekali. Beliau menyuruh saya banyak bercerita mengenai pengalaman berorganisasi saya, bahkan saya ditawari untuk tes akuntansi.

Karena beberapa hari setelah itu saya akan ke Jakarta, mbaknya bilang bahwa saya boleh langsung datang ke kantornya di Jakarta untuk tes. Di Jakarta, saya langsung menuju kantor PT. Garena yang terletak di Wisma 88 daerah Slipi. Saya begitu familiar dengan daerah itu karena dekat dengan letak kos-kosan kakak saya yang lama. Begitu sampai di PT. Garena, saya menemui mbak-mbak yang tadi dan saya diberikan soal-soal akuntansi untuk dikerjakan. Setelah itu, soal langsung dikoreksi dan saya langsung diwawancara oleh user dan sekaligus HRD.

Banyak sekali hal yang ditanyakan pada saya saat itu, diantaranya adalah siapkah ditempatkan di Jakarta, minta gaji berapa, kelebihan, kekurangan. Ya seperti itulah, dan saya menjawab semuanya dengan lancar dan jujur walau sepertinya gaji yang saya minta terlalu tinggi. Saya naksir dengan ruang kerja garena ini, saya suka dengan desain ruangannya dan karena sejak kecil saya telah terbiasa dengan berbagai macam game, maka saya memang memiliki ketertarikan pula pada game. Tapi sayangnya, hingga saat ini saya tidak diberi kabar oleh garena, apakah saya lolos atau tidak lolos dalam seleksinya. Menyedihkan sekali dan saya anggap saya tidak diterima.

Pengalaman menjadi jobseeker akan terbagi menjadi beberapa bagian. Selamat membaca :)

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar

Back
to top