Pengalaman sebagai Jobseeker (3)

Lamaran yang saya submit secara online melalui jobfair adalah kepada Bank BTN di posisi ODP (Officer Development Program). Beberapa minggu setelah memasukkan lamaran, saya diundang untuk mengikuti tes interview awal di kantor Bank BTN di Jalan Pemuda. Ini hanya berjarak beberapa hari sejak saya tes di Garena, lebih tepatnya sepulang dari Jakarta, dari Juanda saya langsung menuju Bank BTN di Jalan Pemuda.

Bank BTN meloloskan sekitar 500 orang dalam seleksi administrasinya. Dari 500 orang itu kemudian dibagi-bagi menjadi beberapa sesi interview.

Saya datang terlebih dahulu sebelum sesi saya sebenarnya, tapi ternyata di dalam sudah diperbolehkan untuk langsung masuk. Saya bertanya-tanya, apalagi setelah itu ada mbak-mbak yang sudah keluar ruang interview dan mengatakan bahwa interviewnya hanya sebentar.

“Nggak nyampe 5 menit kok interviewnya.”

Dalam batin saya, interview apa yang nggak nyampe 5 menit? Akhirnya setelah mengisi form dengan lengkap, saya masuk ke ruang interview. Disana terbagi menjadi 2 interview, satu mas-mas yang berarti dia masih cukup muda dan satunya lagi bapak-bapak. Berdasar testimoni dari  mbak-mbak yang sudah selesai interview, bapak-bapak akan cenderung lebih menanyakan mengenai kepribadian dan mas-mas akan menanyakan mengenai Bank BTN. Secepat mungkin saya browsing dan belajar mengenai Bank BTN.

Sebuah catatan penting bahwa sebelum interview pastikan kalian sudah melakukan riset dan pemahaman yang cukup mengenai perusahaan yang kalian lamar karena sebagian besar interviewer akan menanyakan hal tersebut. Jangan kayak saya..

Akhirnya saya diinterview oleh si mas-mas yang konon katanya banyak bertanya soal bank BTN. Interviewer membaca form yang saya baca dan menanyakan beberapa hal diantaranya adalah apakah saya siap ditempatkan di seluruh Indonesia, termasuk di papua dan di medan? Apakah saya siap apabila digaji sebesar xxx? Bank BTN itu apa produk utamanya? Apa kepanjangan dari KPR? Sudah punya pacar atau mau menikah dalam waktu dekat?

Untuk wanita, pertanyaan waktu menikah seiringkali ditanyakan oleh interviewer. Maklum, untuk siap ditempatkan dimana saja, maka wanita (yang biasanya memang selalu bakal ngintil sama suaminya kemana-mana)  akan sedikit bermasalah apabila ia akan menikah dalam waktu dekat sementara ia masih berada dalam ikatan dinas suatu perusahaan.

Saya menjawab pertanyaan interviewer dengan sedikit ragu-ragu, membayangkan saya akan ditempatkan di papua dengan gaji xxx saja sudah membuat saya kepikiran. Setelah itu, di akhir interview yang kurang dari lima menit itu, interviewer bilang, “ya sudah, nanti kamu lihat hasilnya saja.”

Kalimat terhoror yang saya dengar hari itu. *jengjeng

Beberapa hari kemudian, sudah muncul hasil seleksi Bank BTN tahap pertama. Hanya sekitar 60an orang yang lolos dari tahap interview awal. Sebenarnya saya cukup heran bagaimana interview yang hanya tidak-sampai-lima-menit dapat mentidakloloskan orang sebanyak itu. Tapi menurut pemikiran saya, sepertinya hal yang ditekankan adalah lagi-lagi mengenai gaji dan kesiapan ditempatkan dimana saja.

Ah, rekrutmen kerja selalu membawa teka-teki.

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar

Back
to top