Lamaran yang saya
submit secara online melalui jobfair adalah
kepada Bank BTN di posisi ODP (Officer
Development Program). Beberapa minggu setelah memasukkan lamaran, saya
diundang untuk mengikuti tes interview awal di kantor Bank BTN di Jalan Pemuda.
Ini hanya berjarak beberapa hari sejak saya tes di Garena, lebih tepatnya
sepulang dari Jakarta, dari Juanda saya langsung menuju Bank BTN di Jalan
Pemuda.
Bank BTN meloloskan sekitar 500 orang dalam seleksi administrasinya.
Dari 500 orang itu kemudian dibagi-bagi menjadi beberapa sesi interview.
Saya datang terlebih
dahulu sebelum sesi saya sebenarnya, tapi ternyata di dalam sudah diperbolehkan
untuk langsung masuk. Saya bertanya-tanya, apalagi setelah itu ada mbak-mbak
yang sudah keluar ruang interview dan mengatakan bahwa interviewnya hanya
sebentar.
“Nggak nyampe
5 menit kok interviewnya.”
Dalam batin saya,
interview apa yang nggak nyampe 5 menit? Akhirnya setelah mengisi form dengan
lengkap, saya masuk ke ruang interview. Disana terbagi menjadi 2 interview,
satu mas-mas yang berarti dia masih cukup muda dan satunya lagi bapak-bapak.
Berdasar testimoni dari mbak-mbak yang
sudah selesai interview, bapak-bapak akan cenderung lebih menanyakan mengenai
kepribadian dan mas-mas akan menanyakan mengenai Bank BTN. Secepat mungkin saya
browsing dan belajar mengenai Bank BTN.
Sebuah catatan
penting bahwa sebelum interview pastikan kalian sudah melakukan riset dan
pemahaman yang cukup mengenai perusahaan yang kalian lamar karena sebagian
besar interviewer akan menanyakan hal tersebut. Jangan kayak saya..
Akhirnya saya diinterview
oleh si mas-mas yang konon katanya banyak bertanya soal bank BTN. Interviewer
membaca form yang saya baca dan menanyakan beberapa hal diantaranya adalah
apakah saya siap ditempatkan di seluruh Indonesia, termasuk di papua dan di
medan? Apakah saya siap apabila digaji sebesar xxx? Bank BTN itu apa produk
utamanya? Apa kepanjangan dari KPR? Sudah punya pacar atau mau menikah dalam
waktu dekat?
Untuk wanita,
pertanyaan waktu menikah seiringkali ditanyakan oleh interviewer. Maklum, untuk
siap ditempatkan dimana saja, maka wanita (yang biasanya memang selalu bakal
ngintil sama suaminya kemana-mana) akan
sedikit bermasalah apabila ia akan menikah dalam waktu dekat sementara ia masih
berada dalam ikatan dinas suatu perusahaan.
Saya menjawab
pertanyaan interviewer dengan sedikit ragu-ragu, membayangkan saya akan
ditempatkan di papua dengan gaji xxx saja sudah membuat saya kepikiran. Setelah
itu, di akhir interview yang kurang dari lima menit itu, interviewer bilang, “ya
sudah, nanti kamu lihat hasilnya saja.”
Kalimat terhoror
yang saya dengar hari itu. *jengjeng
Beberapa hari
kemudian, sudah muncul hasil seleksi Bank BTN tahap pertama. Hanya sekitar 60an
orang yang lolos dari tahap interview awal. Sebenarnya saya cukup heran
bagaimana interview yang hanya tidak-sampai-lima-menit dapat mentidakloloskan
orang sebanyak itu. Tapi menurut pemikiran saya, sepertinya hal yang ditekankan
adalah lagi-lagi mengenai gaji dan kesiapan ditempatkan dimana saja.
Ah, rekrutmen kerja selalu membawa teka-teki.
0 komentar:
Posting Komentar